Showing posts with label political. Show all posts
Showing posts with label political. Show all posts


Jakarta - Setelah menjalani rapat kurang lebih delapan jam, Idrus Marham terpilih sebagai Ketua Hak Angket Bank Century melalui voting. Atas terpilihnya Idrus, ke depan hak angket dinilai hanya sebuah sandiwara politik seperti sandiwara Cicak Vs Buaya.

"Ke depan (hak angket) akan jadi sandiwara besar menjadi tandingan sandiwara cicak vs buaya," ujar pengamat politik UI Arbi Sanit kepada detikcom, (5/12/2009).

Menurut Arbi, kepemimpinan Idrus yang berasal dari partai yang tergabung dalam koalisi SBY hanya akan memanipulasi sidang dari yang tadinya keras malah jadi melunak. Kemudian dikombinasikan dengan voting dalam setiap pengambilan keputusan di mana fraksi pendukung koalisi SBY lebih banyak dibandingkan dengan fraksi lain menjadi inisiator hak angket.

"Sudah pasti dong itu tidak alami, itu politik yang memungkinkan manipulasi menjadi kuat," imbuhnya.

Arbi mengatakan hak angket hanya akan mengamburkan uang negera karena hasilnya tidak akan memuaskan masyarakat dan sudah dikompromikan.

"Hasilnya sudah bisa dirasakan, membuat keputusan yang kompromistis. Hasilnya mengambang atau multitafsir," pungkasnya.

(mpr/anw)

Posted by deKa i djakarta Saturday, December 5, 2009 0 comments


JAKARTA, Dari 357 anggota DPR RI yang ikut menandatangani usulan hak angket Bank Century, ternyata tak ada satu pun nama anggota Fraksi Partai Demokrat. Hal ini terungkap saat Tim 9 inisiator pengusul hak angket menyerahkan data terkini mengenai nama-nama para pengusul kepada Wakil Ketua DPR Anis Matta, Senin (30/11) di Gedung DPR.

Dari data yang diserahkan, penambahan pengusul terdiri dari Fraksi PAN yang bertambah 24 orang, F-PPP 26 orang, F-PKS tambah 17, Golkar 49, dan Fraksi PDI Perjuangan bertambah menjadi 90 orang. Nama-nama pengusul diserahkan kepada Wakil Ketua DPR Anis Matta oleh politisi asal PPP, Kurdi Moekri.

"Jadi kalau dikatakan usulan ini hanya keinginan segelintir orang, ternyata tidak. Saat ini yang ikut tanda tangan sudah mayoritas," kata salah satu pengusul hak angket Century, Maruarar Sirait.

Wakil Ketua DPR Anis Matta kemudian enggan berkomentar banyak terkait belum adanya data anggota Fraksi Partai Demokrat (Fraksi PD) yang diserahkan sebagai pengusul hak angket. Padahal beberapa waktu lalu, Ketua Fraksi PD Anas Urbaningrum menyatakan bahwa semua anggota fraksinya mendukung usulan hal angket Century setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil audit investigasi ke DPR.

"Nama-nama ini akan kita proses, kita sampaikan pada sidang paripurna. Kalau belum ada (anggota Fraksi Partai Demokrat) yang tanda tangan, itu urusan internal," kata Anis.

Anis yakin, Ketua DPR Marzuki Alie yang tak lain adalah salah seorang anggota Fraksi PD adalah salah satu pengusul hak angket DPR.

"Beliau juga sudah mengatakan di Bamus, ikut tanda tangan. Beliau mengatakan akan tanda tangan," ujarnya.


Editor: msh
Sumber : Persda Network

Posted by deKa i djakarta Monday, November 30, 2009 0 comments



Jakarta - Pernyataan kontroversial anggota Fraksi PKS Fachri Hamzah akan dievaluasi dalam rapat evaluasi rutin fraksi. Ketua FPKS Mustafa Kamal lebih menyerahkan pernyataan Fachri kepada mekanisme fraksi, ketimbang menyikapinya secara personal.

"Di fraksi kami ada poksi-poksi masing. Apa yang dilakukan anggota-anggota di bawah poksi akan kita evaluasi. Kita nggak bisa menanggapi satu-satu," kata Mustafa saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Mengenai surat permintaan klarifikasi yang dilayangkan ICW, Mustafa mengatakan belum menerimanya. Namun, pihaknya berjanji terbuka menerima setiap asprirasi dari masyarakat.

"Apalagi ini dalam bentuk surat yang sifatnya resmi, yang bisa dipertanggungjawabkan. Pasti kita terima," ujar Mustafa sambil mengatakan PKS tetap konsisten mengawal agenda pemberantasan korupsi.

Lebih jauh, terkait kasus ini, FPKS menghargai kewenangan Polri melakukan penahanan. Hanya saja mereka meminta agar Polri bertindak transparan dan profesional.

"Itu kan proses hukum yang sedang berjalan. Kita hormati. Tapi kita harapkan bisa dilakukan secara transparan dan profesional. Saya kira jangan tunda-tunda proses hukum shingga belarut-larut," kata Mustafa.

Pernyataan Fachri di sebuah stasiun TV akhir pekan lalu mengundang reaksi sejumlah pihak. Dia dianggap menyudutkan KPK dengan menilai lembaga antikorupsi itu sering ngawur dan KPK kerap meremehkan peran kepolisian dan kejaksaan.

Bahkan di situs jejaring sosial Facebook muncul grup agar PKS mengganti Fachri. Grup itu bertajuk 'Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!'

Nyaris 1.000 orang menjadi member grup ini. Umumnya mereka menyayangkan sikap politisi PKS itu.

Posted by deKa i djakarta Monday, November 2, 2009 0 comments