Showing posts with label national. Show all posts
Showing posts with label national. Show all posts



Lumajang - Salah satu pendaki yang mengikuti napak tilas mengenang Soe Hok Gie yang meninggal di Gunung Semeru, ditemukan tewas. Korban bernama Mu'amar Hanafi (22) ditemukan tewas saat di base camp Ranu Kumbolo.

Korban yang berstatus mahasiswa ini bertempat tinggal Desa Padomasan, Jember ditemukan tewas pukul 04.00 WIB, Kamis (17/12/2009) oleh rekannya.

"Ya benar, ada pendaki yang tewas saat mengikuti napak tilas ke Gunung Semeru. Kematian diduga kedinginan atau hipotermi dan dehidrasi," kata Kapolsek Senduro, AKP Enu Sasmonang kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.

Dia menjelaskan, jenazah saat ini sedang dievakuasi dan akan menuju ke RSU dr Haryoto Lumajang untuk dimintakan visum. Sebelumnya korban dinyatakan sehat dan diperbolehkan mengikuti napak tilas SOE HOK GIE dari Desa Ranupane ke Ranu Kumbolo. Dia merupakan aktivis Indonesia ini meninggal di Puncak Mahameru akibat menghisap asap beracun.

Dari pantauan detiksurabaya.com, tewasnya pendaki ini menjadi perhatian Polres Lumajang. Wakapolres Lumajang Kompol M Ghufron dan pihak RS sedang menunggu jenazah di kamar mayat.

Jenazah korban tiba di kamar mayat RSU dr Haryoto Lumajang sekitar pukul 14.10 WIB. Salah satu temannya yang berada di kamar mayat, Faruk (25) mengaku korban sebelumnya tidak mengeluh sakit. Namun korban memiliki riwayat epilepsi.

"Dia tidak mengeluh sakit sama sekali sebelum meninggal," tambahnya.

Sebelumnya, 600 pendaki dari berbagai daerah ikut dalam kegiatan napak tilas mengenang Soe Hok Gie yang meninggal di Gunung Semeru. Soe Hok Gie, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962-1969 meninggal di Gunung Semeru tahun 1969, tepat tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut.

Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Sementara untuk memantau dan mengawal acara napak tilas ini, Tim SAR Kabupaten Lumajang mengirimkan 5 personelnya.


(fat/fat)

Posted by deKa i djakarta Thursday, December 17, 2009 1 comments


Jayapura, Salah seorang "panglima" kelompok separatis Organisasi Papua Medeka (OPM), Kelly Kwalik pada Rabu dinihari sekitar 03.00 WIT tewas ditembak Satgas Pemulihan Keamanan PT Freeport Indonesia(FI) .

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Agus Riyanto ketika dihubungi ANTARA News Rabu pagi membenarkan terjadinya penembakan itu.

Agus mengatakan, penembakan Kelly Kwalik berawal dari penyergapan yang dilakukan di tempat persembunyian salah satu tokoh "panglima " OPM itu di kawasan Gorong-Gorong, Kota Timika.

Saat mengetahui dirinya disergap, Kelly Kwalik berusaha lari dengan membawa satu pucuk senjata jenis revolver. Melihat gelagat tersebut petugas langsung ditembak aparat keamanan dan terkena pangkal pahanya . Korban meninggal di RS Kuala Kencana. Timika.

Hingga saat ini jenazah masih berada di RS itu yang berada di kawasan FI. Polisi tidak merinci lebih jauh jalannya operasi terhadap Kelly Kwalik.

ant

Posted by deKa i djakarta Wednesday, December 16, 2009 0 comments



Jakarta - Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-391 dikabarkan tergelincir saat landing di bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau. Namun pihak Lion Air membantahnya dan menyatakan pesawat hanya keluar dari landasan.

"Pesawat tidak tergelicir, hanya keluar sedikit dari landasan ketika landing," Direktur Umum Lion Air Edward Sirait yang dihubungi detikcom, Minggu (13/12/2009).

Insiden pesawat dengan nomor penerbangan JT-391 yang membawa 165 penumpang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat landing, pesawat yang terbang dari bandara Hang Nadim Batam tersebut melewati batas jalur landasan dan berhenti di ujung landasan.

"Tidak ada kerusakan pada pesawat akibat kejadian ini. Penumpang juga tidak ada yang menjadi korban. Sekarang para penumpang sudah turun dan sedang mengantri barang mereka", kata Edward.

Lalu lintas penerbangan tidak ada yang terganggu walaupun landasan sempat ditutup 15 menit, untuk mengevakuasi pesawat dari pinggir landasan ke tempat parkiran.

Sekarang aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekan Baru telah kembali normal. Penerbangan ini dipiloti oleh Kapten M.Novan.

(iy/iy)

Posted by deKa i djakarta Sunday, December 13, 2009 0 comments



Samarinda - Meteor Gemini terlihat jelas melintas di langit kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Puluhan warga Samarinda sengaja datang menyaksikannya di kawasan Tepian Sungai Mahakam, Jl Gadjah Mada, sambil menikmati hidangan jajanan kaki lima, mulai dari Lamin Etam Rumah Dinas Gubernur Kaltim hingga Kantor PT PLN Cabang Samarinda.

Warga mulai ramai berjejer di kawasan Tepian Sungai Mahakam sejak puku 23.00 Wita. Meteor Gemini terlihat mulai pukul 00.05 Wita. Warga Samarinda yang didominasi remaja itu pun kagum setelah melihat meteor Gemini melintas tidak sampai 1 detik itu.

"Saya lihat 5 kali. Beruntung langit cerah, nggak mendung," kata Wawan, warga Jl Pangeran Antasari, Minggu (13/12/2009) dinihari.

Menurut Wawan, kabar meteor Gemini terlihat di langit diketahuinya di pemberitaan siaran televisi. Untuk itu Wawan mengaku ingin membuktikan meteor tersebut juga terlihat di langit Samarinda.

"Ternyata benar ada," ujar Wawan girang.

Senada dengan Wawan, warga lainnya, Aripin, mengaku melihat 3 kali meteor Gemini dengan mata telanjang sekitar pukul 00.30 Wita. Tidak hanya melihatmya, Aripin juga mengaku mengajukan satu permintaan, seketika setelah melihat meteor Gemini yang pertama.

"Semoga sukses dalam pekerjaan saja, Mas," ujar Aripin, sambil tersenyum.

Di kawasan Tepian Sungai Mahakam, memang warga dapat dengan leluasa memandang langit di atas Samarinda, seperti berada di tengah tanah lapang.

"Saya pikir tempat yang bagus lihat meteor ya di sini (pinggiran Mahakam) sambil makan jagung bakar," imbuh Aripin.

Seperti diberitakan sebelumnya, peneliti utama LAPAN Bandung Thomas Jamaluddin mengatakan, hujan meteor Gemini muncul dikarenakan memang terdapat rasi bintang Gemini. Pemandangan indah tersebut akan menghiasi langit, Minggu (13/12/2009) dinihari hingga 17 Desember 2009 mendatang.

(anw/anw)

Posted by deKa i djakarta 0 comments



Jakarta - Rusdi tahu benar cara bagaimana cara menjajakan kaos supaya laku. Memperingati hari antikorupsi sedunia, pria separuh baya ini pun menjual kaos-kaos bertemakan Cicak.

Cicak memang menjadi buah bibir dalam beberapa bulan terakhir. Cicak dijadikan panggilan bagi orang-orang yang giat melawan korupsi.

Meski kepanjangan Cintai Indonesia Cintai KPK, tapi logonya benar-benar bergambar Cicak. Dan tema inilah yang dijual oleh Rusdi.

"Saya kira sepi, pas lihat di TV rame, ya udah saya bawa aja jualan ke sini," kata Rusdi saat ditemui detikcom di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (9/12/2009).

Sayangnya Rusdi datang sedikit terlambat. Ia tiba justru ketika ribuan massa sudah bergerak menuju kawasan Monas.

Meski telat, kaosnya sudah terjual lebih selusin. Siang tadi Rusdi membawa kaos sebanyak 7 lusin.

"Saya jual Rp 40 ribuan," jelasnya.

Baju-baju ini merupakan produksi saudaranya di Kwitang. Ia pun kini berniat untuk pindah lokasi jualan ke Monas.

(mok/gah)

Posted by deKa i djakarta Wednesday, December 9, 2009 0 comments


Jakarta - Komnas HAM melansir temuannya terkait institusi pemerintah yang banyak melanggar hukum. Kepolisian dinyatakan sebagai institusi yang paling banyak melakukan pelanggaran HAM.

Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) mempertanyakan di mana letak pelanggaran HAM yang dilakukan institusi yang dipimpinnya.

"Nanti dikoordinasikan, yang tidak baik yang mana?" ujar BHD usai Salat Ashar di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri, Rabu (9/12/2009).

Menurut BHD, saat ini Kepolisian tegah melakukan upaya reformasi di tubuh
internal. Untuk itu, kata Kapolri, dibutuhkan waktu agar semuanya dapat tercapai secara baik.

"Tidak semudah membalik tangan. Itu berproses," tandas jenderal bintang empat tersebut.

(ddt/irw)

Posted by deKa i djakarta 0 comments



Jakarta - Sejumlah unjuk rasa akan berlangsung di Ibukota Jakarta tepat pada hari antikorupsi sedunia. Diperkirakan ribuan orang akan melakukan unjuk rasa. Hati-hati macet!

Dilansir dari situs Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro, Rabu (9/12/2009), sejumlah tempat bakal disambangi aksi unjuk rasa.

Diantaranya aksi unjuk rasa akan berlangsung di depan Istana Presiden di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat mulai pukul 09.00 WIB. Unjuk rasa juga akan berlangsung Istana Wapres mulai pukul 10.00 WIB.

Aksi serupa juga akan terjadi di Gedung DPR Jl Gatot Subroto mulai pukul 08.00 WIB. Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan juga tak luput dari unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 WIB. Unjuk rasa juga akan berlangsung di Mabes Polri Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan mulai pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, sejumlah elemen diantaranya Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) dan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) memastikan akan mengerahkan massa terkait peringatan hari antikorupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember ini.

Massa aksi yang diperkirakan berjumlah ribuan orang ini kemungkinan akan menyesaki kawasan Monas, Istana Presiden, dan Bundaran HI.


(Rez/nvc)

Posted by deKa i djakarta 0 comments



Jakarta - Masyarakat kini membutuhkan transparansi seputar penyelamatan Bank Century yang menelan dana hingga Rp 6,7 triliun. Ada 4 hal penting yang perlu diklarifikasi agar masalah ribut-ribut kasus Bank Century (sekarang Bank Mutiara) bisa dituntaskan.

Dekan Fakultas Ekonomi UI Firmanzah menjelaskan, keempat hal yang perlu diklarifikasi itu pertama adalah prosedur pengawasan dari Bank Indonesia.

Kedua adalah sebuah motif dibalik penyelamatan bank century. Ketiga, masalah kemana aliran dana, apakah sudah tepat atau belum.

"Kalau sudah tepat ya sudah. Kalau tidak tepat harus ditelusuri kemana larinya," jelas Firmanzah ketika ditemui usai acara kuliah umum Senior Lecturing Ekonomi Moneter di
Auditorium FEUI Depok, Selasa (08/12/2009)..

Keempat adalah aspek hukum legalnya.

"Jadi apakah kewenangan Ketua KSSK itu landasan hukumnya ada atau tidak baik perppu atau RUU itu yang harus diperjelaskan," papar Firmanzah.

Firmanzah menambahkan, yang diinginkan masyarakat saat ini adalah masalah transparansinya. Ia membandingkan sewaktu Presiden AS Barrack Obama mem-bailoutGeneral Motors dan beberapa lembaga keuangan lainnya, dimana transparansi ditekankan sekali olehnya.

"Yang harus jelas itu dana bailout-nya dari mana, anggarannya berapa, alokasi dananya kemana saja, kemudian target setelah di-bailout bagaimana, serta kinerja kedepannya. Jika semuanya terukur, itu yang harus diberikan ke publik," jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, dalam kasus Century semua harus terungkap dan diberikan penjelasan seperti apa motif bailout-nya dan lain-lain. Jika memang sistemik maka harus dijelaskan secara formal juga.

"Kemudian darimana dananya, besarannya dananya berapa dan bagiamana prosesnya sehingga bisa menjadi gemuk sebesar Rp 6,7 triliun. Ditambah yang penting adalah kemana dana tersebut dialirkan. Itu saja yang harus dijelaskan, karena ini adalah pertanggungjawaban publik," papar Firmanzah.

Ia menambahkan, siapapun yang membuat kebijakan bailout harus mempertanggungjawabkan keputusan yang sudah diambilnya.

"Sehingga tidak ada lagi yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Soal pengawasan dari Bank Sentral, menurut Firmanzah juga harus direformasi karena itu awal mula dari kasus Century.

Firmanzah berharap proses bailout Bank Century in nantinya bisa menjadi pelajaran ke depan agar selalu mengedepankan masalah transparansi.

"Nantinya, bisa jadi dua atau tiga tahun lagi kita akan mem-bailout bank, atau BUMN atau apapun nantinya semua harus transparan," pungkasnya.

(dru/qom)

Posted by deKa i djakarta Tuesday, December 8, 2009 0 comments


Jakarta - Institusi kepolisian kembali disorot akibat tindakan yang dilakukan oknumnya. Kepolisian menduduki rating tertinggi dalam pelanggaran HAM.
"Pelanggaran HAM tahun ini dilakukan lebih banyak oleh aparat hukum, terutama polisi," ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (7/12/2009), usai mengumumkan penghargaan yap thiam tien.
Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut dalam catatan Komnas Ham terjadi dalam konteks pembebasan tanah, penangkapan dalam kasus pidana, teroris dan ketika seseorang berada dalam tahanan kepolisian.
"Bentuk kekerasan seperti itu masih terjadi," tegasnya.
Ifdhal juga menyayangkan pemukulan yang dilakukan oknum kepolisian kepada sejarawan JJ Rizal. Kepolisian pun diingatkan kembali akan fungsinya.
"Polisi harus betul-betul tampil sebagai aparat penegak hukum, bukan semata-mata aparat refresif," ujarnya
Komnas HAM pun meminta agar kepolisian memperbaiki cara dalam menangani kerumunan atau aksi massa, baik dalam bentuk di perkebunan, dan demo di jalan, termasuk di tahanan.
"Dalam penanganan kasus kriminal, kita juga ingin, hasil investigasi Komnas bisa disampaikan ke Polri, agar ada tindakan perbaikan. Termasuk ke kompolnas," pungkasnya.

(her/rdf)

Posted by deKa i djakarta Monday, December 7, 2009 0 comments



Probolinggo - Tanty Wijiastuti (36), karyawati BPR Bank Angga Kota Probolinggo yang menjadi korban pemecatan, mengaku bingung harus mengadukan ke siapa soal nasibnya.

"Saya bingung mas, saya harus mengadukan ke siapa soal nasib saya ini," akunya saat dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon, Senin (07/12/2009).

Tanty mengaku, akibat pemecatan itu dirinya mendapatkan biaya Tunjangan Masa Depan (Tumapan,red) dari pihak perusahaanya. "Tumapan itupun uang kita sendiri yang kita tabung setiap bulan ke perusahaan. Kalau soal pesangon, sepeser pun saya tidak dapat," ungkpanya tanpa menyebut berapa nominalnya Tumapan yang dia terima.

Sejak munculnya pemberitaan soal pemecatan dirinya, Tanty mengaku langsung dipanggil oleh Kepala Cabang BPR Bank Angga, Dwi Indrawati.

"Begitu wartawan datang ke kantor, Bu Dwi Indrawati langsung memanggil saya," aku perempuan yang sudah mempunyai dua orang anak itu.

Kepala Cabang BPR Bank Angga itu menanyakan apakah permasalahan yang dialami oleh Tanty itu dilaporkan ke wartawan. "Saya bilang tidak melaporkannya kepada wartawan," ungkapnya.

Sebenarnya, nasib pemecatan yang dilakukan oleh pihak perusahaan itu tidak hanya terjadi pada Tanty. Tapi juga itu dialami oleh karyawan laiinya bernama Irma Suryanati (34). Dia terpaksa keluar sebagai karyawan lantaran dimutasi dari administrasi bagian krediting ke bagian accounting oleh pihak managemen.

"Pihak perusahaan itu memang tidak pernah memecat karyawan. Tetapi, banyak cara yang digunakan oleh pihak managemen untuk mengeluarkan karyawannya," kata Tanty.

Karena Irma Suryanati merasa tidak kerasan dengan jabatan barunya, dia akhirnya disuruh membuat surat pengunduran diri seperti dirinya. "Kasusnya hampir sama dengan saya. Cuma bedanya kalau saya masalah pakaian jilbab. Kalau dia soal pemutasian dirinya," katanya.

(bdh/bdh)

Posted by deKa i djakarta 1 comments



Jakarta - Umi Kulsum langsung terbangun tengah malam. Ia bergegas ke luar kamar ketika
mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Namun setelah membuka pintu dan melongok ke luar tidak ada seorang pun yang tampak.

Ia hanya mendengar sayup-sayup suara anak kecil yang minta tolong. Tanpa berpikir
panjang, warga Kampung Dramaga Tengah, Kabupaten Bogor, itu segera menutup pintu rumahnya dan bergegas masuk ke kamar.

Pengalaman serupa juga dialami Iyus, juga warga Kampung Dramaga Selatan. Beberapa
hari kejadian aneh di rumah Umi, rumah Iyus juga diketuk orang di tengah malam. Namun ketika ia membuka pintu rumahnya, tidak ada seorang pun yang nampak di depan rumahnya.

Kejadian di rumah Umi dan Iyus langsung menjadi perbincangan warga setempat. Apalagi tersiar kabar banyak warga yang mengalami kejadian serupa. "Yang rumahnya diketuk-ketuk banyak. Tapi yang saya ingat hanya Iyus dan Umi," jelas Wawan Oka, ketua RT 03, RW 02, Kampung Dramaga Tengah, kepada detikcom.

Menurut Wawan, kejadian tersebut terjadi sekitar enam bulan lalu. Warga Dramaga saat itu langsung dilanda ketakutan dan tidak berani keluar rumah lewat tengah malam. Sebab dugaan mereka, yang mengetuk pintu rumah warga setiap tengah malam adalah mahluk gaib. Warga kemudian menyebut mahluk itu dengan sebutan hantu "Tok Tok Wow".

Ketakutan warga berpenduduk sekitar 150 KK tersebut tidak berhenti sampai di situ. Beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri, September lalu, beberapa warga melihat penampakan pocong di wilayah mereka.

"Banyak warga di sini yang melihatnya. Mereka berani bersumpah telah melihat pocong tersebut. Bahkan kakaknya salah satu warga kami, yang seorang wartawan radio juga melihatnya," terang Wawan meyakinkan.

Meski demikian, Wawan sendiri mengatakan tidak pernah melihat dengan mata kepala
sendiri sosok pocong yang sering muncul di kampungnya. Ia mengaku hanya menerima laporan dari sejumlah warganya yang mengaku melihat penampakan mahluk gaib tersebut.

Selama tiga bulan dicekam rasa takut akibat penampakan pocong, warga yang mayoritas berprofesi sebagai buruh dan wiraswasta tersebut, lambat laun merasa gerah juga. Apalagi belakangan diketahui banyak warga yang kemalingan barang-barang berharga di rumahnya seiring merebaknya penampakan pocong.

Warga kemudian mulai curiga kalau pocong itu merupakan akal-akalan pelaku kriminal yang ingin mengambil kesempatan. "Kami merasa ada yang tidak beres. Apalagi banyak warga di sini yang kemalingan sejak isu pocong itu beredar," jelas Wawan.

Untuk membuktikan kalau kabar pocong itu hanya isapan jempol, warga kemudian berusaha melakukan penjebakan, Rabu, 2 Desember lalu. Gugun, salah satu warga, kemudian ditunjuk sebagai umpan. Pria berusia 27 tahun tersebut kemudian didandani ala pocong.

Dengan menyamar sebagai pocong, sang pocong yang selama ini meresahkan bisa muncul dan bisa segera dibekuk. Untuk melakukan penggerebekan terhadap pocong, puluhan warga ikut mengiringi Gugun yang berjalan keliling kampung sambil melompat-lompat layaknya pocong.

Upaya menjebak pocong tersebut ternyata nihil. Meski tidak berhasil cara semacam itu
dianggap cukup efektif untuk menenangkan warga yang selama ini dihantui rasa takut akibat penampakan pocong di wilayah mereka.

"Kami sekarang sudah berani keluar malam-malam. Sebelumnya, selepas Isya, warga di sini sudah mengunci pintu rumah mereka," jelas Ujang salah satu warga Dramaga Tengah.


Tumbal Pesugihan


Kabar adanya penampakan pocong sebenarnya bukan hanya terjadi di Kampung Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Geger mahluk berbalut kain kafan putih ini juga merebak di sejumlah wilayah di Bogor, seperti Kecamatan Sukaraja, Cikeas, Cibubur, Cibinong, dan Kemang. Selain di Bogor, geger penampakan pocong tersebut juga terjadi di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Anehnya, meski muncul di wilayah yang berbeda tapi versi tentang pocong itu sama.Yakni pocong jadi-jadian tersebut sebenarnya merupakan sosok anak kecil, berusia sekitar 10 tahun yang tidak sengaja memakai jubah warna putih milik orang tuanya yang melakoni ritual pesugihan.

"Kabarnya anak itu tidak sengaja memakai jubah itu dan langsung menghilang. Anak itu
lalu mengetuk pintu sejumlah warga untuk melepaskan jubah tersebut," ujar Sudarno, Kepala Dusun Cijujung, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor, kepada detikcom.

Namun warga yang rumahnya diketuk oleh pocong jadi-jadian tersebut, kata Sudarno,
tidak ada yang berani menolong. "Jangankan membuka ikatan jubah. Membuka pintu saja warga tidak berani," imbuhnya.

Cerita yang sama juga dikatakan Maman, warga Pamulang, Tangerang Selatan. Di wilayah yang berbatasan dengan Jakarta Selatan tersebut, warga sering diganggu dengan suara ketukan di pintu rumah mereka hampir setiap malam.

Ikhwal pocong yang membuat geger warga Pamulang sama seperti yang terjadi di wilayah Bogor, yakni merupakan anak kecil. Namun anak tersebut bukan tidak sengaja memakai jubah melainkan sengaja ditumbalkan oleh orangtuanya yang melakoni pesugihan.

Sayangnya, meski kabar soal pocong korban pesugihan tersebut menjadi pembicaraan
hangat, tapi tidak ada satu pun warga yang di daerahnya mengalami geger pocong bisa memastikan, siapa keluarga anak kecil dijadikan tumbal pesugihan tersebut. Termasuk kediaman keluarga anak tersebut.

(ddg/iy)

Posted by deKa i djakarta 0 comments


Jakarta - Simpati pada Prita Mulyasari, yang dihukum Pengadilan Tinggi Banten membayar Rp 204 juta, mengalir lagi. Simpati itu berupa penggalangan dana 'Koin untuk Prita'.

"Teman-teman berinisiatif, berkeinginan untuk membantu Ibu Prita. Dia terancam denda Rp 204 juta. Kita membantu Ibu Prita kalau memang harus membayar itu," kata salah seorang inisiator 'Help Prita', Wicaksono, melalui telepon, Jumat (4/12/2009).

Penggalangan dana berupa uang koin ini sebagai langkah persiapan bila memang nanti di putusan kasasi Prita dikalahkan juga oleh hakim MA, sebagaimana putusan PT Banten yang memenangkan RS Omni Internasional dalam gugatan perdata.

"Makanya kita mulai kumpulkan dari sekarang. Koin ini kan tidak terlalu memberatkan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit," ujar Wicak.

Meski temanya 'Koin untuk Prita' namun tidak menutup sumbangan bagi mereka yang akan memberikan bantuan dengan uang selain koin, termasuk bagi para penyumbang di luar kota. Nomor rekening donasi akan disiapkan.

"Koin ini simbol dan kita juga akan buat websitenya nanti akan menampilkan jumlah uang yang masuk. Karena ini harus benar-benar jelas pertanggungjawabannya," terang blogger yang dikenal dengan Ndoro Kakung ini.

Pengumpulan koin bisa disalurkan secara langsung ke 2 tempat yakni di WETIGA, Jl Langsat I/3A Kebayoran, Jakarta Selatan dan Markas Sehat, Jl Taman Margasatwa No 60, Jatipadang, Jakarta Selatan, dengan nomor kontak (021) 7800271.

"Tempat itu buka mulai jam kerja sampai malam. Harapan kita bisa membantu Ibu Prita dan orang-orang kecil lainnya yang terkena kasus hukum," tutup Wicaksono.

(ndr/nrl)

Posted by deKa i djakarta Friday, December 4, 2009 0 comments



Palembang - Palembang sangat dikenal luas dengan makanan pempeknya. Salah satu pempek yang sangat dikenal yakni pempek kapal selem. Nah, dalam Festival Musi yang berlangsung di Palembang telah dibuat pempek kapal selem yang diperkirakan terbesar di dunia hingga saat ini.

Pempek yang dibuat dari pukul 09.00-15.00 di tengah plaza Benteng Kuto Besak, Jumat (04/12/2009), ini berukuran lebar 1 meter dan panjang 2,5 meter dengan berat 812 Kg. Bahan yang kanji, ikan gabus dan ikan tenggiri, telur, serta air.

Minyak goreng 80 kilogram, bumbu 38,75 kilogram, cuka sebanyak 333,2 liter. Untuk merebus pempek kapal selam ini dibutuhkan dandang berukurang 2,5x1,5 meter, dengan empat buah kompor blower dengan 100 liter minyak tana, kuali berukuran 2,5 meter, saringan 2,5x1,5 meter.

Setelah pempek ini masak, diangkat, dan didinginkan, kemudian dilihat utusan Musium Rekor Indonesia. Selanjutnya para pengunjung boleh memakan pempek tersebut.

Yang tampak sulit, ketika pempek selesai diadon dibutuhkan 16 orang buat mengangkutnya ke dalam wajan perebusan.

Dijelaskan I Gede Surata DPD ICA Sumsel, Jumat (04/12/2009) selaku ketua panitia Pempek Kapal Selem Terbesar, tingkat kesulitan dalam pembuatan pempek kapal selem, ketika pempek yang sudah diadon dipindahkan ke wajan.

Di tambahkannya, dana seponsor untuk pembuatan pempek ini sangat minim, "Untuk saat ini kami belum bisa untuk memberi tahu rincian dana yang dibutuh kan untuk pembuatan pempek kapal selam ini," katanya.

Di harapkan dengan adanya pemecahan rekor muri dan musium rekor dunia ini pempek kapal selem ini bisa di-hak patenkan, katanya.

Dalam pembuatan pempek kapal selem ini melibatkan ICA Sumsel, pelajar SMKN 6 Palembang, SMK Mardi Wacana Palembang, serta para ibu PKK Sukarami Palembang, dan instansi terkait lainya.

(tw/djo)

Posted by deKa i djakarta 0 comments



Jakarta - Proyek 'mercusuar' Menara Jakarta yang akan menjadi salah satu menara tertinggi di dunia akan kembali memasuki masa kontruksi pada Januari 2010. Jika tidak ada halang melintang, rencananya pada tahun 2012 menara setinggi 558 meter itu akan rampung.

"Tahun 2012 sudah jadi Insya Allah," kata Presiden Direktur Wiratman & Associates Multidiciplinary Consultants Wiratman Wangsadinata sebagai perancang Menara Jakarta, saat ditemui di sela-sela acara Pameran Konstruksi Indonesia 2009 di JCC, Kamis (3/12/2009).

Seperti diketahui pembangunan Menara Jakarta sebelumnya sempat tertunda bertahun-tahun meski sudah dilakukan pengerjaan pondasi awal di wilayah JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat.

Wiratman memastikan dengan dimulainya kembali konstruksi pada Januari 2010, maka keraguan banyak kalangan masyarakat terhadap rencana pembangunan mega proyek ini bisa terobati. Sehingga kata dia, dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki menara tertinggi yang akan digunakan untuk kepentingan perkantoran, telekomunikasi, penyiaran dan wisata.

"Saya sudah rapat, nanti mulai Januari 2010 akan kembali mengelinding pembangunannnya," jelas Wiratman.

Ia mengatakan selain sebagai desainer Menara Jakarta, dalam proyek ini ia bertugas sebagai pengawas pengerjaan proyek. Nantinya Menara Jakarta, lanjut dia, akan memiliki lantai hingga ratusan atau mengalahkan rekor gedung tertinggi di Indonesia saat ini yaitu Menara Bakrie yang memiliki 50 lantai atau Menara BNI 46 yang hanya 46 lantai.

"Kalau proyek ini uangnya ada, pemegang sahamnya besar-besar seperti Kompas Group, Prayogo dan lain-lain. Ini murni swasta kalau pemda (DKI) belum memegang saham," katanya.

Ia mengatakan Menara Jakarta ini kurang lebih akan menelan dana hingga kurang lebih Rp 5 triliun. Dimana menara setinggi 558 meter ini akan memiliki antena komunikasi setinggi 60 meter tepat di atas menara.

(hen/epi)

Posted by deKa i djakarta Thursday, December 3, 2009 0 comments



Jakarta - Majalah Forbes kembali membuat daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono masih berada di posisi puncak dengan nilai kekayaan US$ 7 miliar.

Forbes menuliskan, investor kini sedang sangat mencintai Indonesia. IHSG dalam 12 bulan terakhir tercatat melonjak hingga 115%, dan berada di posisi kedua terbaik setelah Shenzen SE Composite China.

Tak heran jika nilai kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia pun meningkat. Secara total, nilai kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia meningkat tajam dari US$ 21 miliar pada tahun 2008 menjadi US$ 42 miliar. Angka itu juga naik US$ 2 miliar dibandingkan nilai kekayaan terbesar yang dicapai pada tahun 2007.

Sementara 12 orang kaya dalam daftar tersebut total memiliki kekayaan hingga US$ 28 miliar. Angka tersebut naik 7 orang, termasuk Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Resources yang sahamnya naik hingga 474% selama setahun terakhir.

Konglomerat sektor batubara lainnya yang juga pemilik Bumi Resources yakni Aburizal Bakrie juga berhasil naik peringkat, setelah tahun lalu melorot tajam akibat krisis. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan tahun 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Kini Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.

Berikut daftar 40 orang terkaya versi Forbes yang dirilis, Kamis (3/12/2009).

  1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
  2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
  3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
  4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
  5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
  6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
  7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
  8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
  9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
  10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar
  11. Low Tuck Kwong US$ 1,18 miliar
  12. Eddy William Katuari US$ 1,1 miliar
  13. Chairul Tanjung US$ 990 juta
  14. Garibaldi Thohir US$ 930 juta
  15. Theodore Rachmat US$ 900 juta
  16. Edwin Soeryadjaya US$ 800 juta
  17. Trihatma Haliman US$ 750 juta
  18. Ciliandra Fangiono US$ 710 juta
  19. Arifin Panigoro US$ 650 juta
  20. Murdaya Poo US$ 600 juta
  21. Hashim Djojohadikusumo US$ 500 juta
  22. Kusnan & Rusdi Kirana US$ 480 juta
  23. Prajogo Pangestu US$ 475 juta
  24. Harjo Sutanto US$ 470 juta
  25. Mochtar Riady US$ 440 juta
  26. Eka Tjandranegara US$ 430 juta
  27. Ciputra US$ 420 juta
  28. Hary Tanoesoedibjo US$ 410 juta
  29. Sandiaga Uno US$ 400 juta
  30. Boenjamin Setiawan US$ 395 juta
  31. Alim Markus US$ 350 juta
  32. Aksa Mahmud US$ 330 juta
  33. Sutanto Djuhar US$ 325 juta
  34. Kartini Muljadi US$ 320 juta
  35. Soegiarto Adikoesoemo US$ 300 juta
  36. George Santosa Tahija & Sjakon George Tahija US$ 290
  37. Paulus Tumewu US$ 280 juta
  38. Husain Djojonegoro US$260 juta.
  39. Bachtiar Karim US$ 250 juta.
  40. Kris Wiluan US$ 240 juta.

(qom/nrl)

Posted by deKa i djakarta 1 comments



Jakarta - Rencana Pemda DKI Jakarta mempercantik air mancur di Bunderan HI terus menuai protes. Duit Rp 2 miliar yang dianggarkan dianggap tidak masuk akal. Seharusnya dengan puluhan juta saja sudah cukup untuk membeli lampu dan pompa.

"Kalau alasannya hanya untuk mempercantik dengan mengganti lampu dan pompa tidak masuk akal. Itu paling puluhan juta," kata peneliti ICW bidang pelayanan publik, Ade Irawan saat berbincang lewat telepon, Rabu (2/12/2009) malam.

Menurut Ade, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum proyek tersebut dimulai. Pertama, Bunderan HI tidak terlihat begitu buruk sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan budget yang besar.

"Selain itu masih banyak pos-pos lain yang lebih membutuhkan perhatian dari Pemda. Seperti pendidikan, lingkungan, dan pelayanan transportasi," tambahnya.

Melihat kenyataan ini, Ade berkesimpulan proyek-proyek di Pemda DKI memang selalu bermasalah. Dalam catatan ICW, sedikitnya ada beberapa proyek yang berbau pemborosan hingga mengarah pada dugaan korupsi.

"Ada beberapa masalah sebelumnya seperti proyek dana untuk pembelian laptop anggota DPRD 2008 dan pengadaan Busway yang sudah dilaporkan ke KPK," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ery Basworo mengatakan, pihaknya berencana merenovasi air mancur Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan dana mencapai Rp 2 miliar. Renovasi tersebut untuk mengganti lampu air dan mengganti pompa air mancur Bundaran HI yang saat ini semburannya sudah tidak lagi kuat.

(mad/van)

Posted by deKa i djakarta 0 comments



Jakarta - Pengadilan Tinggi Banten memperkuat putusan perdata Pengadilan Negeri Tangerang terkait gugatan RS Omni International terhadap Prita Mulyasari. Dalam putusan tersebut, Prita diwajibkan membayar Rp 204 juta.

"Kalau di PN Tangerang putusannya membayar Rp 300 juta, sekarang ganti rugi yang harus dibayar Rp 204 juta," kata pengacara Prita, Slamet Yuwono saat dihubungi lewat telepon, Rabu (2/12/2009).

Slamet mengaku baru mendengar informasi tersebut secara lisan. Salinan putusan lengkap hingga kini belum diterima oleh tim kuasa hukum Prita.

Namun dia menegaskan, akan langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah putusan diterima. Sebab, vonis tersebut dianggap tidak memenuhi rasa keadilan.

"Mudah-mudahan MA lebih bijaksana dalam mengambil keputusan," tutupnya.

Bagaimana reaksi Prita terhadap putusan ini?

"Kami saat ini sedang fokus dalam upaya pembelaan dulu. Soal urusan ini kita akan menunggu dulu salinan putusannya," tutup Slamet.

(mad/ndr)

Posted by deKa i djakarta Wednesday, December 2, 2009 0 comments


PADANG, Hujan lebat yang mengguyur tanpa henti mengakibatkan longsor hari Senin di daerah Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, namun tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Sumbar, Ade Edwar, mengungkapkan bencana tanah longsor itu ketika dikonformasikan melalui telepon seluler. Menurutnya, longsor di daerah Lubuk Paraku, Kota Padang, Sumatera Barat, terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, ketika itu hujan lebat mengguyur kota Padang.
Dia menambahkan, lokasi longsor tersebut tidak jauh dari longsor pascagempa 7,9 SR yang mengguncang Sumbar.
"Namun dalam peristiwa longsor di daerah Lubuk Paraku Kota padang tersebut dilaporan tidak ada korban jiwa", kata Ade Edwar.
Dia menambahkan, untuk sementara waktu jalan dari arah Kota Padang menuju Solok ditutup bagi para pengendara. Guyuran hujan membuat material pada tebing di atas jalan Padang-Solok menututupi badan jalan.

"Kami masih menunggu pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengangkat material yang menimbun badan jalan tersebut, diperkirakan jalan Padang-Solok besok kembali normal",ujarnya.
Dia menytakan telah menghibau para pengendara yang mau berpergian dari arah Padang menuju Solok untuk memutar arah, hal ini lakukan agar tidak terjadi korban jiwa."Hujan cukup lebat mengguyur Kota Padang khawatirkan terjadi longsor besar, bagi kendaraan yang hendak menuju Solok, diminta untuk melewati jalan Padang menuju Kota Padangpanjang",katanya.


TOF

Posted by deKa i djakarta Tuesday, December 1, 2009 0 comments


BATAM--Sanak keluarga penumpang yang masih hilang akibat Kapal Motor Dumai Express 10 tenggelam di perairan Karimun, Kepulauan Riau, mengharapkan bangkai kapal tersebut diangkat dari dasar laut.

"Saya tak bisa ngomong apa-apa lagi, kecuali berharap angkatlah kapal itu," kata Hermanto (39), di tangga selasar kantor Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, Senin petang setiba dari Tanjung Balai Karimun setelah sepekan lebih mencari dan menunggu kepastian nasib istri dan tiga anaknya.

Dumai Express 10 yang dioperasikan PT Lestari Indomas Bahari, yang dinakhodai Johan Napitupulu berangkat dari Batam, Kepulauan Riau, Minggu (22/11) pagi menuju Bengkalis dan Dumai, Riau, tetapi di perairan Tukong Hiu, Karimun, Kepulauan Riau, karam.

Kini 255 penumpang berhasil diselamatkan nelayan, kapal tanker dan tim SAR, sedang 39 orang penumpang meninggal, dan 36 orang belum diketemukan, termasuk istri Hermanto, Sri Yanti (37) dan tiga anaknya Ronal Alfitra (11), Putri Haryanti (9) dan Aisyah Heryanti (2,5).

Sepekan yang lalu sekitar pukul 07:00, Hermanto yang sehari-hari adalah penyelia dapur masakan Asia pada Hotel Novotel Batam, mengantar istri dan ketiga anaknya naik Dumai Express 10 menuju Dumai untuk melanjutkan perjalanan darat ke Solok, Sumatra Barat, guna merayakan Idul Adha 1430 H.

Sejak mendengar kecelakaan laut, Hermanto bergegas ke Tanjung Balai Karimun. Pada hari pertama ia ikut tim SAR pada sebuah feri yang dipimpin Bupati Karimun Nurdin Basirun dan pada hari terakhir misi SAR, Sabtu pekan lalu, ia bergabung di atas kapal.

Senin siang ketika bersama-sama dengan puluhan anggota keluarga dari 37 korban yang masih dinyatakan hilang, ia mendengar kabar per telepon genggam dari Karimun bahwa pada Senin lewat tengah hari telah diketemukan lagi sesosok jenazah perempuan yang jatidirinya belum dikenali.

Hermanto berharap misi SAR dapat dilanjutkan sampai keempat buah hatinya diketemukan, termasuk dengan mengangkat kapal yang karam.

Upaya pencarian bangkai kapal telah dilakukan pada hari-hari terakhir misi pencarian dan pertolongan (search and resque), namun tingginya gelombang laut dna minimnya peralatan, membuat kegiatan itu belum berhasil.

"Jangankan menjelajah badan kapal. Posisi kapal tersebut pun belum diketahui," kata Ade Kristianto, warga Batam, yang semula berharap tim penyelam dapat membebaskan korban yang terjebak di reruntuhan Dumai Express 10.

Ade kehilangan mertuanya, Yastinar (48) dan keponakannya Gina (8). Seperti Hermanto, Ade berharap kapal yang karam terus dicari, hingga dikemetmukan dan diangkat. "Gunakan alat canggih, misalnya, sonar," katanya.

Tanggung jawab
Dalam pertemuan dengan Kepala Cabang PT Lestari Indomas Bahari Batam Ivan Tan, Kabid Kesyahbandaran Batam Amiruddin serta Kepala Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Sekupang AKP Dasrul Savit, Ade dan kawan-kawan mempertanyakan tanggung jawab agen kapal.

Pertanggungjawaban itu mereka minta sebab dari manivest hanya tercatat 255 penumpang dan anak buah kapal, tetapi jumlah korban selamat, meninggal dan hilang sudah mencapai 331 orang.

Dasrul mengemukakan, kepolisian di Karimun telah menahan nakhoda Dumai Express 10. "Bila dalam penyidikan terdapat indikasi ada unsur kelalaian atau kesengajaan agen di Batam maka hal tersebut akan diproses sesuai dengan hukum," katanya.

Mengenai kemudahan yang diberikan operator Dumai Express, Kacab Lestari Indoamas Bahari mengatakan, tetap akan menggratiskan anggota keluarga korban yang perlu berangkat ke Tanjung Balai Karimun untuk urusan musibah tersebut.

Tentang santunan bagi ahli waris korban luka-luka, dirawat dan meninggal, termasuk yang belum diketemukan, kata Tan maupun Amiruddin, Jasa Raharja telah dan akan memberikan bagi semua penumpang yang tercantum dalam manivest maupun yang tidak.

ant/pur

Posted by deKa i djakarta Monday, November 30, 2009 0 comments


JAKARTA–-Kejaksan Agung (Kejakgung) akhirnya menghentikan kasus dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Bibit dan Chandra, besok (1/12) diminta datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan pukul 16.00 WIB untuk menandatangani Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP). “Jadi besok Kepala Kejari Jakarta Selatan akan menandatangani SKPP atas nama Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus), Marwan Effendy, di gedung Kejakgung, Senin (30/11).

Menurut Marwan, ada beberapa alasan penghentian kasus hukum Bibit dan Chandra. Yakni, alasan yuridis di mana perbuatan kedua tersangka dinilai telah memenuhi rumusan delik pasal 12 E dan pasal 23 UU No 31 tahun 1999 jo pasal 421 KUHP. Namun, jaksa memandang kedua tersangka tidak menyadari dampak yang akan ditimbulkan atas perbuatannya. Perbuatan yang dilakukan Bibit dan Chandra, kata Marwan adalah dalam rangka menjalankan tugas dan wewenang sebagai Pimpinan KPK. “Maka diterapkan pasal 50 KUHP,” terang Marwan.

Selain alasan yuridis, Marwan melanjutkan, alasan kebathinan yang membuat perkara Bibit dan Chandra tidak dilanjutkan ke pengadilan adalah karena jaksa menilai kelanjutan proses hukum lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Penghentian kasus Bibit dan Chandra juga untuk menjaga keterpaduan serta harmonisasi antarlembaga penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.

Marwan juga mengakui, Kejakgung memperhatikan aspirasi masyarakat yang menginginkan kasus Bibit dan Chandra dihentikan. Marwan memberikan tenggat waktu hingga Selasa (1/12) pukul 13.00 WIB kepada Kepala Kejari Jakarta Selatan untuk mempersiapkan administrasi dan menandatangani SKPP Bibit dan Chandra. Ditanya apakah pengambilan langkah SKPP agar suatu saat jaksa bisa kembali menjerat Bibit dan Chandra, Marwan menjawab “Oh, tidak.”

dri/kpo

Posted by deKa i djakarta 0 comments